Majene -Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman dan Instrumen Survei yang bertempat di Dapur Mandar, Pantai Pamboang, Kabupaten Majene. Kegiatan ini melibatkan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta tim terkait dalam rangka memperkuat sistem penjaminan mutu di lingkungan STAIN Majene.
FGD ini bertujuan untuk menyusun dan menyempurnakan pedoman serta instrumen survei yang akan digunakan sebagai alat evaluasi dan pengukuran tingkat kepuasan berbagai pemangku kepentingan, baik mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, maupun pengguna lulusan yang disesuaikan dengan aturan terbaru yakni Permendiktisaintek No 39 Tahun 2025 tentang SN Dikti. Penyusunan instrumen yang valid dan reliabel menjadi langkah penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta peningkatan kualitas layanan akademik dan nonakademik.
Selama kegiatan berlangsung, peserta secara aktif memberikan masukan terhadap indikator, aspek penilaian, mekanisme pelaksanaan, serta metode pengolahan hasil survei. Diskusi difokuskan pada penyelarasan instrumen dengan standar penjaminan mutu pendidikan tinggi dan kebutuhan institusi dalam memperoleh data yang akurat serta komprehensif.
Kepala P2M, menyampaikan bahwa pedoman dan instrumen survei yang disusun melalui FGD ini diharapkan dapat menjadi acuan resmi dalam pelaksanaan berbagai survei di lingkungan STAIN Majene. Dengan adanya standar yang jelas, hasil survei nantinya dapat digunakan secara optimal untuk mendukung evaluasi, perencanaan, dan pengembangan program kerja institusi.
Melalui kegiatan ini, STAIN Majene menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan melalui penguatan sistem evaluasi dan monitoring. Hasil FGD akan menjadi dasar penyempurnaan dokumen pedoman dan instrumen survei yang selanjutnya akan diterapkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola dan layanan perguruan tinggi.